Senin, September 7, 2026

PC PMII KABUPATEN BEKASI APRESIASI PROGRAM BANPIN, DUKUNG PERCEPATAN PEMBANGUNAN SDM BEKASI

Kabupaten Bekasi – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bekasi mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menghadirkan program Beasiswa Bekasi Pintar (Banpin) sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, Jum’at (04/09/2026).

*Ketua PC PMII Kabupaten Bekasi, Irfan Sahidan, menilai keberadaan Banpin merupakan kebijakan yang patut dipertahankan dan diperkuat. Menurutnya, program tersebut menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Kabupaten Bekasi.*

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya kepada Plt Bupati serta kepala Dinas Kebudayaan Pemudan dan Olahraga selaku pelaksana program yang telah menghadirkan dan menjalankan program Banpin. Ini adalah program yang baik dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak muda Kabupaten Bekasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Namun demikian, Irfan menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Banpin perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data yang terhimpun, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Bekasi menyediakan 100 kuota Beasiswa Bekasi Pintar, sementara jumlah pendaftar mencapai sekitar 3.438 peserta. Angka tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan masyarakat dan kapasitas kuota yang tersedia.

“Antusiasme 3.438 pendaftar dengan kuota 100 orang menunjukkan satu hal yang sangat jelas: kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan pendidikan jauh lebih besar dibandingkan kapasitas program yang tersedia saat ini. Ini harus dibaca sebagai aspirasi masyarakat yang perlu dijawab oleh pemerintah,” tegas Irfan.

Selanjutnya ia juga menjelaskan wacana penambahan kuota banpin yang disampaikan Plt. Bupati Bekasi, bahwa Pemkab Bekasi ingin meningkatkan kuota penerima pada tahun mendatang, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. Dari 100 penerima pada 2026, kuota tersebut diharapkan dapat meningkat menjadi 200 mahasiswa.

“Kami mengapresiasi wacana yang disampaikan Plt. Bupati Bekasi untuk menambah kuota Banpin menjadi 200 mahasiswa tahun depan. Bagi kami, ini merupakan langkah positif dan menunjukkan bahwa pemerintah mendengar kebutuhan masyarakat, khususnya para mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan,” jelas Irfan.

Lebih lanjut, penambahan kuota menjadi 200 mahasiswa memang belum sepenuhnya menjawab besarnya kebutuhan masyarakat. Namun, menurutnya, langkah tersebut merupakan kemajuan penting dibandingkan kuota tahun sebelumnya.

*Tambahkan terkait korelasi target RPJMD 2024-2029 bidang pembangunan manusia dan pendidikan yang merupakan layanan dasar pemerintah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bekasi Bangkit Maju Sejahtera*

“Kami memahami bahwa kemampuan fiskal daerah juga harus menjadi pertimbangan. Tetapi di sisi lain, pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kami berharap pemerintah harus menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, sehingga kedepanya kuota beasiswa terus bertambah,”tutupnya.

Baca Juga

Artikel Lainnya

Nasional

Berita Teratas

Trending

Berita Pilihan